5 Calon Kuda Hitam di Piala Dunia 2018

0 10

Setelah musim kompetisi 2017/18 berakhir, pecinta sepakbola siap menyambut Piala Dunia. Turnamen antar negara empat tahunan tersebut akan segera bergulir.

32 tim akan berpartisipasi dalam turnamen dengan harapan bisa menyandang status sebagai juara dunia. Namun, seperti biasanya tim-tim seperti Jerman, Brasil, Prancis atau Spanyol akan selalu dianggap sebagai favorit.

Selain itu, ada juga tim yang dianggap sebagai kuda hitam. Meski tidak terlalu diunggulkan, mereka diyakini bisa memberikan kejutan di Rusia.

Berikut ini lima tim yang berpotensi menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2018 seperti dilansir Sportskeeda(skd/ada)

1 dari 5

1. Swiss

Dipimpin oleh pemain veteran Stephan Lichtsteiner, Swiss berada di Grup E bersama dengan Brasil, Kosta Rika dan Serbia. Ini tentu bukan grup mudah, tetapi Rossocrociati punya kesempatan untuk lolos ke babak 16 besar.

Swiss ditangani oleh Vladimir Petkovic, yang diangkat menjadi pelatih setelah Piala Dunia 2014, dan punya catatan yang bagus di bawah pelatih berusia 54 tahun itu. Sejak mantan manajer Lazio mengambil alih, Swiss memenangkan 24 dari 38 pertandingan dengan rekor kemenangan sebesar 63,16%.

Skuat La Nati memiliki perpaduan yang sempurna antara pengalaman dan prospek. Lichtsteiner, yang diperkirakan akan bergabung dengan klub Premier League Arsenal, akan memimpin tim dari belakang sementara pemain muda seperti Denis Zakaria akan memainkan bagian penting dalam menentukan nasib tim di turnamen.

2 dari 5

2. Kroasia

Kroasia berada di grup D bersama dengan Argentina, Islandia, dan Nigeria. Seperti Swiss, Kroasia tergabung dalam grup yang sulit, tetapi mereka punya tim yang cukup seimbang untuk melangkah jauh di turnamen.

Kroasia ditangani oleh Zlatko Dalic dan telah bertugas sejak Oktober 2017. Mereka hanya kalah satu kali dari lima pertandingan setelah dipimpin pria berusia 51 tahun itu.

Kroasia punya banyak pemain berpengalaman yang bermain untuk tim papan atas di lima liga top Eropa. Luka Modric, Ivan Rakitic, Mateo Kovacic, Mario Mandzukic, Ivan Perisic dan Dejan Lovren hanyalah beberapa dari mereka.

Jika semua pemain tersebut bisa tampil kompak maka bukan tidak mungkin Kroasia akan memberikan kejutan besar di Rusia.

3 dari 5

3. Kolombia

Meski bukan tim yang sangat seimbang, lini depan Kolombia dihuni oleh nama besar. Kembalinya Radamel Falcao, yang absen di Piala Dunia terakhir karena cedera, akan menjadi dorongan yang besar.

Jose Pekerman adalah pelatih dari tim Kolombia saat ini dan dia telah memegang jabatan tersebut sejak 2012. Pria asal Argentina itu sudah bersama tim cukup lama dan sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam turnamen besar.

Los Cafeteros berada di grup H, di mana mereka akan menghadapi Senegal, Polandia dan Jepang. Grup ini relatif lebih mudah daripada dua tim sebelumnya.

4 dari 5

4. Uruguay

Uruguay akan masuk ke turnamen sebagai underdog. Namun, berada satu grup dengan Rusia, Mesir dan Arab Saudi, juara Piala Dunia dua kali itu diyakini bisa menembus babak 16 besar dengan mudah.

Uruguay masih tetap dilatih oleh Oscar Tabarez yang telah menjadi pelatih mereka sejak 2006. Diego Godin akan memimpin rekan-rekannya di atas lapangan karena dia adalah kapten mereka.

Kehadiran duo Atletico Madrid Godin dan Jose Gimenez akan memberikan soliditas buat pertahanan tim, sementara Luis Suarez dan Edinson Cavani akan memburu gol dari lini depan. Gelandang Inter Milan Matias Vecino dan Rodrigo Bentacur dari Juventus juga akan menjadi tokoh kunci dalam tim.

5 dari 5

5. Portugal

Portugal sering dianggap sebagai tim yang lemah jika Cristiano Ronaldo tidak ada. Namun, mereka punya persiapan yang cukup bagus untuk Piala Dunia tahun ini.

Portugal punya keseimbangan di skuat mereka dalam hal pengalaman dan bakat. Mereka bisa jadi pesaing yang kuat di Rusia nanti. Kombinasi dari Gelson Martins, Goncalo Guedes, Bernardo Silva, Andre Silva, Ricardo Quaresma and pemenang lima Ballon d’Or Cristiano Ronaldo akan sangat menakutkan.

Fernando Santos sudah berhasil memimpin tim meraih kesuksesan di Euro 2016 yang digelar di Prancis. Pelatih berusia 63 tahun itu berharap bisa melakukan keajaiban serupa di Piala Dunia 2018 nanti

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.