Kroasia Pulangkan Pelatih Jelang Semifinal Piala Dunia 2018

54

Berita Terbaru Timnas Kroasia mengirim pulang staf pelatihnya, Ognjen Vukojevic, yang telah membuat marah Rusia akibat beri dukungan kemerdekaan pada Ukraina usai Kroasia kalahkan Rusia di perempat final Piala Dunia 2018.

Bek Timnas Kroasia, Domagoj Vida, dan mantan gelandang yang kini jadi asisten pelatih Kroasia, Ognjen Vukojevic, menyebarluaskan video mereka berdua di media sosial usai kemenangan atas Rusia tersebut.

Dalam video tersebut, keduanya meneriakkan kata-kata ‘Glory to Ukraine’ dan slogan lain yang tunjukkan dukungannya pada negara bagian yang ingin merdeka itu. Di perempat final Piala Dunia 2018 yang digelar di Sochi itu, Timnas Kroasia menang lewat drama adu penalti yang berakhir 4-3.

Seketika video mereka berdua langsung menarik perhatian dan menuai protes dari beberapa kalangan di Rusia yang kali ini menjadi tuan rumah ajang empat tahunan tersebut. Akibatnya, FIFA memberi Domagoj Vida peringatan formal, meskipun ancaman larangan bermain di semi final tampaknya tidak akan jadi kenyataan.

Tapi Asosiasi Sepakbola Kroasia langsung membuat permintaan maaf publik kepada Rusia, Senin (9/7) waktu setempat, dan mengumumkan bahwa Ognjen Vukojevic telah dilucuti akreditasinya dan dikirim pulang ke Kroasia.

Advertisement

“Asosiasi Sepakbola Kroasia ingin meminta maaf kepada masyarakat Rusia atas perilaku anggota staf tim kami. Ognjen Vukojevic telah dibebaskan dari tugasnya, dan tidak akan lagi menjadi anggota delegasi kami di Piala Dunia,” demikian pernyataan resmi Kroasia terkait masalah yang terjadi jelang laga semifinal Piala Dunia 2018 kontra Inggris tengah pekan ini.

Selain itu, Vukojevic juga telah membuat permintaan maaf sendiri. “Saya mengerti dan menghormati keputusan Asosiasi Sepakbola Kroasia. Saya tidak ingin menjadi beban bagi tim menjelang semi final Piala Dunia yang sangat penting ini, di saat hal yang paling mereka butuhkan adalah perdamaian,” ujar Vukojevic.

“Tidak ada konotasi politik dalam pernyataan saya, tapi saya mengerti hal itu bisa ditafsirkan secara berbeda,” tambahnya.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan Kroasia sejauh ini di Rusia, dan saya ingin bahagia bersama para pemain untuk pertandingan yang tersisa. Saya akan menjadi suporter terbesar mereka sampai akhir,” tandas gelandang bertahan yang kini berusia 34 tahun itu.

Comments are closed.